Sunday, May 27, 2012
Lautan kepala botak senilai lebih dr 835jt rupiah di Shave For Hope.
Turut senang dg keberhasilan mrk, krn peran kecil @dondarSIAGA #gerakanBERBAGI pada #anakKANKER dg penyediaan pendonor2 Apheresis yg terbaik kualitas darahnya tidak akan dpt maksimal tanpa kesediaan dana utk YPKAI. Demikian pula walaupun YPKAI miliki dana, klu tidak tersedia pendonor2 Apheresis yg baik, maka pengobatan anak2 Kanker tsb tdk pula bisa maksimal.
@dondarSIAGA #gerakanBERBAGI scr keseluruhan berhasil mengumpulkan dana screening darah pendonor Apheresis utk 50 anak = Rp.400rb x 50 = Rp. 20jt. Hanya dr penjualan kaos #gerakanBERBAGI ..
Sedikit ?? Banyaaaaak ituuuuu! Donasi 10rb dr kawan2 aja begitu terasa sangat membantu.
Barometer keberhasilan #gerakanBERBAGI dilihat dari 3 AKSI:
1. AKSI NYATA sbg Pegiat
2. AKSI DONASI melalui Bank Permata
A/N Yayasan Gerakan Berbagi
0701432797atau
Bank BCA
A/N Eric Gunawan
23715284503.
3. AKSI INFO #gerakanBERBAGI yg diteruskan.
Ke3nya berkaitan & saling tergantung.
Terima kasih utk semua yg beraksi, 1, 2 atau 3 semuanya sungguh berarti. Semoga langkah2 kecil kita tsb memberi manfaat besar bagi banyak org. Aamiin.
Ina Madjidhan
www.gerakanberbagi.com
http://www.inagibol.blogspot.com
Posted by Ina Madjidhan at 5:28 PM 0 comments Links to this post
Wednesday, May 23, 2012
Monday, May 7, 2012
Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.
"Mas, golongan darahnya apa?"
Yang di tanya bengong, tp lihat wajahku cengengesan dia menjawab juga :
"A"
*mungkin dia pikir saya sableng, gak kenal kok mendadak nanya golongan darah*
Saya perhatikan tubuhnya, perkiraan saya 60kg lebih. *Duh,semoga si Mas gak GR dipikir saya naksir dia*
"Boleh gak jika ada yang memerlukan darah, disedot darahnya?"
...........
Si Mas terkejut.
"Di sedot?!!"
"Maksud saya bersedia menjadi pendonor darah gak?"
Dan pembicaraan kami berlanjut.
Si Mas sudah gak berfikir saya keturunan kampret aka drakula tukang sedot darah.
Nama saya Ina Madjidhan, saya penggagas. Donor Darah Siaga Apheresis dari #gerakanBERBAGI untuk pasien Kanker terutama anak-anak..
Dimana yang diperlukan hanyalah satu atau beberapa komponen darah saja.
Donor darah melalui mesin otomatis ini disebut APHERESIS.
Tidak seperti donor darah biasa dimana screening dlakukan setelah darah pendonor diambil, sebelum dilakukan APHERESIS, pendonor di screening terlebih dahulu, diambil sample darahnya untuk mengetahui apakah bebas virus HIV, Hepatitis, dll. Dan cek hematologi untuk mengetahui apakah kualitas darahnya cukup baik untuk menjadi pendonor darah Apheresis. Screening ini memakan biaya 400rb.
Hasil screening akan keluar paling cepat 6 jam setelah screening.
Jika dinyatakan lolos screening, baru Apheresis dilakukan menggunakan mesin otomatis.
Total biaya sejumlah 3,5jt/Apheresis TIDAK dibebankan kepada pendonor.
Jika donor darah biasa hanya memakan waktu 10 menit, Aferesis memerlukan 1,5 jam - 2 jam.
Syarat pendonor darah aferesis :
•Berat Badan Min
Laki2 min 60 kg
Wanita min 55 kg
• HB
HB min 12,5
HB min 17
• Trombosit
Trombosit min 150
Trombosit max 400
• Tidak dlm pengobatan jantung, darah tinggi, kolesterol.
• Tidak sedang dlm pengobatan flu, demam, dll.
Dengan kata lain pendonor harus menjalani pola hidup sehat.
Dari 100% calon pendonor hanya 5% yang berhasil menjadi pendonor Apheresis. Akses vena yg kurang memadai, rasa takut akan jarum, keengganan membuang waktu selama hampir 2 jam dan alasan tidak mendapat izin dari kantor merupakan faktor2 diluar tak terpenuhinya persyaratan medis.
5 persen.. Hanya 5 persen yg bersedia dan mampu menolong anda, putri anda, kerabat anda atau siapapun yg memerlukan platelet trombosit darah.
Saya yakin kita bisa sepakat, jika berbicara mengenai Kanker, kita tidak perlu mengalaminya untuk peduli.
Dan menurut hemat saya, si Mas cocok sbg pendonor.
..........
Si Mas memberikan nomor kontak nya pada saya.
"Saya bersedia." Ucapnya.
Hari ini saya merasa saya telah melakukan "sesuatu". Bagaimana dg anda?
Utk menjd pegiat Dondar Siaga Gerakan Berbagi :
Email : info@gerakanberbagi.com
pin:21847C22
Utk mensupport screening darah 1 pendonor/apheresis sebesar 400rb melalui
Bank Permata
A/N Gerakan Berbagi 0701432797
atau
Bank BCA
A/N Eric Gunawan 2371528450
Ina Madjidhan
www.gerakanberbagi.com
http://www.inagibol.blogspot.com
Posted by Ina Madjidhan at 6:29 PM 0 comments Links to this post
Saturday, May 5, 2012
Azriel 5th Rabdomiosarcoma (Kanker Otot)
Membawa kue ulang tahun bikinan Kiki, sahabat saya pemilik www.kikakucakes.com dan beberapa kado titipan kawan-kawan Gerakan Berbagi, Sabtu 5 Mei 2012 kami merayakan ulang tahun Azriel yang sebenarnya telah lewat di daeah Cileduk.
Ia lahir 18 April 2007 dan tumbuh seperti layaknya anak normal sampai saat berusia 3 th tiba-tiba lumpuh sesaat. Tak berapa lama pulih, mengeluh sakit atau pegal yang dikira ibunda nya adalah hal yang normal untuk anak seusianya.
Makin lama kelumpuhan sesaat menjalar ke lengan, setelah berobat ke beberapa rumah sakit dan tak memperoleh jawaban yang memuaskan, Oktober 2010 Azriel dibawa ke RS Pertamina dan disarankan untuk meneruskan pengobatan ke RSCM atau RS Kanker Dharmais dengan diagnosa kanker.
Orang tua nya tidak mempercayai diagnosa dokter tersebut, dan memutuskan untuk berobat alternatif hinggal Februari 2011 setelah kankernya telah mencapai stadium lanjut memutuskan untuk berobat di RS Kanker Dharmais.
Setelah 2 protokol kemoterapi, seusai Idul Fitri 2011 tubuh kecil Azriel tidak merespon kemoterapi untuknya. Sempat kejang dan koma, beberapa bulan terakhir ia bertahan melalui tranfusi darah merah dan trombosit.
Beberapa hari lalu, tim dokter menganjurkan agar Azriel masuk dalam tahap program paliatif yaitu perawatan yg berkonsentrasi pada pengurangan rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Azriel mengeluh sakit, ia tak tahan duduk walau sebentar, untuk menggendongnya pun ibundanya hrs berhati-hati karena rasa sakit yang dirasa saat disentuh.
Sambil memasang balon-balon bertema Thomas Train, saya berbincang dengan mama Azriel, ibu dua anak ini nampaknya belum bisa menerima kondisi kesehatan anak pertamanya itu. Memang tidak ada seorang ibu pun yang bisa menerima vonis akhir dokter yang tidak mengenakkan.
Merupakan kewajiban kami, pegiat sosial, relawan pendampingan pasien kanker dan keluarganya untuk tak lelah dengan cara yang baik membuat mereka mengerti, betapa baiknya jika si pasien berpulang bermartabat.
Berpulang dengan tenang diiringi keikhlasan akan takdir yang ditetapkan.
Harapan harus selalu ada, disertai keimanan bahwa TUHAN SELALU MEMUTUSKAN YANG TERBAIK.
Aamiin.
BERBAGI Mimpi merupakan bagian dari program BERBAGI SEHAT yg telah 2 tahun terakhir digiatkan Gerakan BERBAGI bersama YPKAI.
Sila cek www.gerakanberbagi.com
Posted by Ina Madjidhan at 7:51 AM 0 comments Links to this post
Tuesday, May 1, 2012
MATA HATI
Semasa Alika masih ada, sehari bisa telpon2an sampai 5 kali. Aku memang dekat dengan Alika dan keluarganya. Kehilangan Alika merupakan pukulan keras bagiku, walaupun aku telah mempersiapkan diri jauh hari semenjak hasil medis terakhir Alika yang menyatakan kanker matanya telah bermetastase ke otak.
Tapi rupanya tidak ada hal yg bisa dilakukan seorang manusia untuk mempersiapkannya menghadapi kematian, apakah itu kematian diri sendiri atau kematian orang2 yg dikasihinya.
Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.
Tiap dari kita akan kembali kepadaNYA.
"Aku gak sedih krn gak bisa melihat, aku kan melihat pakai hati. Nanti di syurga juga aku akan bisa melihat."
Ya, Alika memang telah ajarkan ku untuk tidak sekedar menatap, tapi melihat, jauh ke dalam dan melingkup luas. Krn banyak manusia miliki penglihatan, namun kesempatan2 untuk melakukan kebaikan pada sesama luput dari penglihatannya..
Alika, gadis kecil yang meninggal didampingi mamanya, aku dan erwin kawanku relawan YPKAI adalah guru kehidupan, dengan mata pelajaran yang tak didapat di sekolah manapun. Pelajaran : MATA HATI.
Selalu dihatiku, Alika.. Ku rindukan sangat..
Ina Madjidhan
http://www.inagibol.blogspot.com
Posted by Ina Madjidhan at 7:36 PM 0 comments Links to this post
Sunday, April 15, 2012
Victor 6th Leukemia ALL High Risk sudah pulang. RIP
Terima kasih utk semua kawan #gerakanBERBAGI , pegiat2 @dondarSIAGA , Family Support Pita Emas, Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Tim Dokter RS Kanker Dharmais, Perawat Bangsal Anak, UTDP PMI , Yayasan Arjuna Sakti (Pak Iwan) yg sudah #BERBAGI peti dan mobil jenazah Gratis & semua pihak yg telah melakukan yg terbaik utk Victor..
Victor sudah pulang.. There's no place like home.. Farewell our little friend..
Ina Madjidhan
www.gerakanberbagi.com
http://www.inagibol.blogspot.com
Posted by Ina Madjidhan at 4:52 AM 0 comments Links to this post
Thursday, April 12, 2012
#jumatBERBAGI 13 April 2012
#jumatBERBAGI
Assalam, salam sejahtera utk kawan2 ku semua.
•Hr ini #jumatBERBAGI kami akan sebarkan nasi bungkus amanah kawan2 semua menyebar di Jakarta.
•Pembagian snack di bangsal anak RS Kanker Dharmais.
•Penyampaian alat bantu belajar di TK Pita Kuning untuk #anakKanker
•Penyampaian pampers mamy poko kepada Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia yg akan digunakan di bangsal anak RS Kanker Dharmais.
•Hr ini juga akan di sampaikan tongkat penyangga ketiak utk anak kanker Hari Cristanto 15th yg minggu lalu baru diamputasi.
•Kunjungan kpd #anakKanker di bangsal RS Kanker Dharmais yg selama ini menerima donor darah #apheresis dari pegiat @dondarSIAGA Gerakan BERBAGI.
•Prosedur #apheresis sedang dilakukan oleh pagiat Ryan utk #anakKanker Obit 15th Leukemia Acute.
•Sy pun akan meeting dg Pembina Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia sehubung dg #BERBAGI yg telah selama 2th ini dilakukan di RS Kanker Dharmais.
Untuk semua kegiatan diatas yg tidak mungkin bisa terlaksana tanpa ridho ALLAH dan bantuan dari kawan2 semua, sy pintakan doa agar kembali Allah meridhoi usaha kita ini. Aamiin.
Oh ya, terima kasih utk Roti Boy yg tiap 2 minggu sekali #BERBAGI kpd #anakKanker
& kpd semua yg tak henti tiap #jumatBERBAGI berdonasi nasi bungkus.
Jg kpd pegiat Dondar Siaga yg selalu siap 24/7 saat diperlukan.
Yg tidak bosan mengajak dlm kebaikan,
Ina Madjidhan
www.gerakanberbagi.com
http://www.inagibol.blogspot.com
Posted by Ina Madjidhan at 6:51 PM 0 comments Links to this post
Saturday, April 7, 2012
Memantaskan diri sendiri. #dresscode #BERBAGI
Tapi bagaimana dengan dress code saat kita menghadapkan wajah kita pada TUHAN?
Perhatikan baju kita dibalik sarung atau mukena.. *ngintip ke dalam mukena*baju belel seadanya*
Inilah dia satu bentuk 'kepantasan' yang sering sekali kita lalaikan.
Dengan alibi,"itu hanya baju 'daleman' yg akan ditutupi pakaian sholat."
Apa sih ukuran kepantasan diri sendiri?
Jika di rumah baju belel... Mau arisan baju warna warni sesuai dress code.
Mau shalat Ied pakai mukena yang bagus, shalat di rumah dengan alasan "adem" pake mukena belel? Aduuuh, bagaimana ukuran kepantasan dress code diri kita?
Pernah saya ditanya penata rambut langganan saya, "Bu, kenapa tiap hari Selasa dan Jumat ke salon nya sih?"
Saya sampaikan bahwa di hari tersebut saya khususkan untuk BERBAGI .. Yang merupakan ibadah bagi saya, saya pun ingin saat saya mendampingi anak-anak kanker atau cacat ganda tersebut saya terlihat bersih dan indah, karena sungguh saya menghargai kesempatan istimewa untuk BERBAGI bersama mereka.
Maka sungguh tidak pantas jika saat berkomunikasi pada RABB yang memberikan kesempatan itu pada saya, saya tidak lebih bersih dan indah.
Tapi mari kembalikan saja ke hati nurani. Ikrar awal kita "aku hadapkan wajahku pada NYA".
Jadi seperti apa pakaian khusus yang pantas pula untukNYA?
Coba kita maknai surah Al-A'roof 26 :
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian utk menutupi auratmu & pakaian indah untuk perhiasan & pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yg demikian itu adalah sebagian dr tanda2 kekuasaan Allah..."
Rasulullah SAW bersabda:"Sesungguhnya Allah Maha Baik, DIA mencintai KEBAIKAN, DIA Maha Bersih, DIA mencintai KEBERSIHAN, DIA Maha Mulya, DIA mencintai KEMULYAAN" (HR At-Tirmidzi)
Jadi seperti apa dress code yang pantas pula untukNYA?
Wallahua'lam bishshowab..
Takayama Japan, 7 April 2012
Ina Madjidhan
Posted by Ina Madjidhan at 4:08 AM 0 comments Links to this post
Tuesday, April 3, 2012
Four killed as powerful storm hits Japan. The biggest storm since 1959 hit Tokyo yesterday and I was stuck on a JR cart for 8 hours for it.
We were stuck for 8 hours inside Japan Railway cart yesterday.. A storm with Sustained winds of 90 kilometers per hour hit Tokyo, it was the strongest since 1959.
They say it's very unusual for Tokyo to have such strong winds when there's not a typhoon.
The nation's two largest airlines, canceled nearly 300 flights, stranding more than 32,000 passengers.
Both airlines warned that international services may also be disrupted.
Klik here for detail: http://t.co/tGQcx61U
We were going back to Tokyo from Disneyland, it is already suspicious when the ticket counter guy crossing his hand and shout out Japanese words to me.. That usually signal for NO.. But what do I know?? A simple Konichiwa or Gosenmasai I might understand. But not what he was saying..
And there we are.. I found myself sitting quietly and calmly for 5 hours..
Yes.. Calmly.. So is my 9 year old daughter. With all due respect for Japan people, I cant understand how acceptance they are to any situation. I respect their nationalism and politeness, but it is so frustrating for how rare it is to find Japanese who can speak english in this wonderful country.
Hello!!! Visit Indonesia and you will jaw dropping when you find many Indonesian who can speak fluent English..
I was asking around to people who's in the same cart with me.. "What's going on? When will this train start moving? What's your name? Why can't you speak english?? Damn you!!"
Everybody was politely shakes their head and smile so cute like a manga character. I love it!! Kawai!! We still communicating : body language, sign language, face expressions, etc.
Time flies, 8 hour passing by, I make a lot of new friends.
An old lady so nice. She was very touchy, in a nice way.
A 19 year old boy who finally told us that he is a Disneysea cast member. 'It's a secret. You are my friend.' He whispered. He just so funny I almost pinch his cheek. Keep on giving me thumb up every time I told him something good. And he will make a crying face when the announcement saying we still have to wait.. (-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡ )
There's this middle age man who've been to Jakarta. And he can say 'Tidak masalah' and 'Terima Kasih'. That's about it.
The couple from Hong Kong.
A family of 5 from Taiwan and there's many more..
I guess spending 8 hours in the same cart of train does creates this bonding of togetherness.
We say goodbye.*again with kawai face mode ON* "You are my friend."
Damn!! Forgot to ask their name or email address.. *banging my head to the wall*
Knowing their name or not, they are my friend. Cause having a bad company for that 8 hours of my life will be 8 hours of living hell.. Thanks for being a good company..
Arigato.. Jumping Kawai Style.. Tuuuing tuiiing.
Ina Madjidhan
Posted by Ina Madjidhan at 10:47 PM 0 comments Links to this post
Sunday, March 25, 2012
BERBAGI : Bukan Sekedar Nasi Bungkus
Problem sosial kemanusiaan terpampang di depan mata. Kemiskinan, anak putus sekolah, masalah kesehatan, bencana, sehari-hari dijumpai di lingkungan sekitar. Semua itu sebenarnya menjadi dorongan untuk orang-orang yang lebih beruntung agar untuk berbagi. Apapun, waktu, tenaga, sumber daya.
Beranjak dari kesadaran inilah gerakan BERBAGI dikukuhkan. Aksi kemanusiaan ini sejumlah relawan kemanusiaan yang peduli dan tak henti menebar semangat berbagi. Gerakan ini sering dilekatkan dengan gerakan nasi bungkus, seturut salah satu programnya membagi-bagikan nasi bungkus sebagai bantuan kemanusiaan. Tapi kegiatan umumnya lebih luas.
BERBAGI tercatat telah menggelar program bantuan bencana alam, kesehatan rakyat miskin, bantuan pendidikan anak miskin, bantuan dana kesehatan untuk keluarga miskin dengan penyakit kronis, kerja bakti di lingkungan yang di tentukan untuk menggalakan kerja sama di lingkungan terutama generasi muda. Sejauh ini lokasinya tersebar Jakarta, Bandung, Bogor, Cibubur, Cirebon, Kediri, Surabaya, Malang, Mentawai, Pekan Baru, Samarinda, Balikpapan, Yogyakarta. DI Yogyakarta.
Meski belum berbadan hukum, namun tak menghalangi mereka melakukan kegiatan nyata sebagai bentuk kepedulian dengan sesama. Mereka juga ikut andil membantu korban bencana gunung Merapi. Bantuan-bantuan yang telah disalurkan berupa masker, alat tulis dan makanan, pembangunan fasilitas umum MCK, penyediaan pompa air bahkan penerangan. Selain itu, di wilayah Jakarta, BERBAGI juga menyalurkan beberapa nasi bungkus untuk tuna wisma.
Sejak Mei tahun lalu, BERBAGI telah melangsungkan aksi kepedulian yang mereka rancang. Mereka juga mengalokasikan dana kepada keluarga miskin untuk bantuan biaya sekolah maupun kesehatan. Harapan BERBAGI tak lain menjadi tempat untuk anak-anak muda agar memanfaatkan waktu luang dengan peduli pada sesama.
Tak hanya itu, BERBAGI juga memiliki kegiatan sosial mempertemukan kakek nenek dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia dengan anak-anak Panti Asuhan Adinda. Keduanya berlokasi di Cengkareng. Kegiatan ini tak lain dimaksudkan untuk membantu anak-anak yatim piatu serta kakek nenek tersebut agar mendapat keluarga baru.
Donatur pribadi dari kolega dekat maupun media sosial menjadi sumber dana BERBAGI. Tahun ini mereka berencana untuk lebih banyak melakukan aksi kepedulian di daerah-daerah terpencil. Dengan keterlibatan banyak pihak, tentu akan banyak aksi-aksi kepedulian yang nantinya akan bermanfaat untuk sesama.
Ke depannya BERBAGI akan lebih banyak mengggalang aksi di daerah-daerah terpencil. Gerakan ini juga akan melibatkan entitas bisnis yang terkait dengan kesehatan,pendidikan untuk melakukan Community Service Program di daerah-daerah sasaran. BERBAGI juga akan meningkatkan status gerakan agar berbadan hukum seperti Yayasan atau LSM. Sehingga lebih bisa dipertanggung jawabkan.
Posted by Ina Madjidhan at 2:08 AM 0 comments Links to this post
MENUTUP TAHUN DENGAN BERBAGI
MENUTUP TAHUN DENGAN BERBAGI
Kebanyakan orang secara khusus merayakan momen pergantian tahun. Wajar saja sebab tahun baru bisa menjadi tonggak capaian baru. Untuk itu banyak perayaan spesial digelar, lengkap dengan kemeriahan pesta dan gemerlap kembang api. Tidak masalah, kadang orang butuh selebrasi untuk memantik semangat di hati.Di luar itu, sebagian orang tetap menyisakan dorongan kepeduliannya untuk diwujudkan dengan memanfaatkan momentum tahun baru. Adalah @MilinkaRadisic, disk jockey wanita kondang tanah air. Dia memang bakal nge-job di pesta tahun baru, tapi sebelumnya dia menggelar ‘ajeb-ajeb’ kepedulian di Kemang, Jakarta Selatan. “Dana terkumpul untuk bantuan pendidikan anak-anak tidak mampu,” katanya.
Tentu tak hanya DJ Milinka. Ina Madjihan alias @inagibol bersama gerakan #BERBAGI-nya menggeber aksi berbagi di penghujung tahun ini. Rentetan program berbagi akhir tahun yang terbuka untuk khalayak luas ini mencakup aksi santunan anak yatim, menjenguk anak sakit, pengumpulan alat belajar, sampai pengajian bersama anak yatim. “Saya ajak mengisi akhir tahun dengan menciptakan kebaikan bagi mereka yang nikmatnya tidak seperti kita yang cukup.”
Tahun baru harapan baru. Untuk menyambut itu, aksi kepedulian bisa jadi pilihan yang berarti. Semoga tahun-tahun yang akan datang kian marak orang-orang yang ter-KlikHati-nya sehingga sentuhan-sentuhan kepedulian lebih mewarnai kehidupan bersama. Selamat tahun baru.
#Klik Hati adalah program yang diluncurkan PT Merck Tbk., perusahaan farmasi dan kimia dari Jerman, untuk mendukung gerakan sosial berbasis sosial media. Program ini menggali inspirasi gerakan sosial dan mendorong kepedulian bersama agar aksi sosial kemanusiaan semakin marak. Tahap awal program adalah pemberian Klik Hati Award dan penyelenggaraan Aksi Klik Hati. Klik Hati memfasilitasi pertukaran gagasan dan pengetahuan untuk mewujudkan kepedulian yang berkelanjutan.
Posted by Ina Madjidhan at 2:06 AM 0 comments Links to this post
From Mba Ventura Lisa Blog
Kata orang, tidak ada yang serba kebetulan, karena semua sudah di atur olehNYA. Ini benar. Pada 29-31 Oktober lalu aku ke Yogja untuk mengikuti acara Pinasthika atas undangan @pungkas. Ya, beberapa hari setelah erupsi pertama Merapi pada 26 Oktober, sehingga kutawarkan ke kawan #BERBAGI @inagibol untuk berbagi ke Merapi.
Tentu bukan kebetulan juga jika saat itu aku juga bertemu kawan di perusahaan lama, Elvina Sidabutar, yang sedang dinas ke Jogja. Dia membantuku berbelanja pelbagai kebutuhan pengungsi, di toko Progo. “Ini toko yang paling murah di Jogja,” jelas Vina. Malam itu kami membawa makanan kering siap santap : telor asin, abon, gula, teh, kopi. Vina pun turut berbagi sejumlah perangkat tidur: tikar, kasur tipis, selimut.
Ancer-ancer lokasi posko: jalan raya menuju Magelang, setelah perbatasan DIY dan Jateng ada jembatan, belok kanan. Sekitar 6 m dari jalan utama. Posko menempati sebuah gedung olah raga desa Srumbung. Dan itulah pertama aku mengenal Indra Kertati, direktur LPPSP/LSM Semarang yang menjadi koordinator relawan posko ini. Posko yang diisi sekitar 800-an pengungsi ini termasuk posko dengan jumlah anak-anak terbanyak. ”Kalau siang ada 800-an, kalau malam jadi 2000,” jelas Indra. Rupanya, kalau siang para pengungsi laki-laki pada naik untuk menjenguk rumah dan hewan ternaknya di lereng Merapi.

Keesokan hari saat aku terbangun dan melongok ke luar dari kamar hotel Hyatt di kawasan Monjali, Jogja, yaolo, pohon-pohon yang kemarin hijau berubah menjadi abu-abu. Rupanya dinihari Merapi meletus lumayan besar. Gerimis abu pun masih terasa, kami pun terpaksa menggunakan masker. Tentu bisa dibayangkan kondisi lebih buruk yang terjadi di posko yang kami kunjungi semalam. ”Kami memerlukan susu untuk anak-anak, mereka suka milo. Deterjen bubuk untuk mencuci, juga gula pasir habis.” sms yang kuterima dari mbak Indra pagi ini.
Para sahabat berbagi di Jakarta pun sigap mengirim ’amunisi’. Bahkan mas @kemalGani yang tak sengaja bertemu di Hyatt pun menitip ’amunisi’. Jelang sore, kami kembali berburu belanjaan di pusat grosir. Terlihat ada Dana Kemanusiaan Kompas dalam antrian panjang. Susu kotak untuk anak-anak, gula, deterjen, kecap, abon, air mineral, dan lainnya memadati bagasi mobil kami. Malam itu kami kembali kunjungi posko Sudimoro, kali ini @unilubis dan si kecil ganteng Darrel turut bergabung. Anak-anak di pengungsian masih belum tidur, sehingga kami sempat berbagi buku-buku bacaan ke mereka.

Banyak hal bisa dilakukan untuk korban merapi. Mulai menyebar informasi tentang kondisi terkini, mengajak sahabat, teman, sanak, famili untuk ikut berbagi sampai membantu langsung para korban di pengungsian. Tapi, waktu selalu punya batas. Minggu siang aku harus kembali ke Jakarta. Rutinitas pekerjaan kantor dan rumah tak bisa ditinggalkan. Tapi hatiku bilang aku harus kembali ke Jogja, membantu para korban, semampuku. (bersambung)
Posted by Ina Madjidhan at 1:59 AM 0 comments Links to this post
Tulisan Dudi Iskandar
Beberapa jam lagi kita akan meninggalkan Tahun 2010, tentu banyak sekali suka dan duka yang terjadi di tahun 2010. Menjelang akhir tahun bencana melanda beberapa bagian wilayah Indonesia, Banjir bandang di Wasior Papua, Tsunami di Kepulauan Mentawai, Letusan Gunung Merapi di Jogjakarta dan yang masih hangat adalah Letusan Gunung Bromo di jawa Timur.
Bencana yang terjadi tentunya sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT, banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari Bencana ini. Yang akan saya soroti adalah mengenai di sini adalah semangat berbagi dari semua lapisan masyarakat untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. Ketika terjadi bencana secara otomatis semangat berbagi terbangunm baik itu dari individu, masyarakat bahkan lembaga-lembaga menggunakan dana Corporate Social Responsibility untuk membantu program-program pemulihan paska bencana.
Semangat berbagi ini seperti menyatukan hati bangsa, ketika ada satu bagian yang sakit semua merasakan sakit. Ini merupakan langkah yang sangat bagus untuk bisa menyatukan hati bangsa ini. Alangkah insahnya bila semangat berbagi ini akan terus bergulir walaupun tidak ada bencan yang melanda negara ini. Masih banyak cara untuk dapat berbagi tidak hanya ketika terjadi bencana saja.
Berbagi juga tidak hanya bicara mengenai materi saja, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk dapat berbagi dengan sesama. Waktu dan tenaga bahkan sangat sekali dibutuhkan untuk dapat berbagi ini. Bisa dibayangkan jika semua orang berbgai dengan materi, sementara tidak ada orang yang dapat meluangkan waktu dan tenaganya. Apakah bantuan itu akan sampai kepada yang membutuhkan tentu tidak akan sampai.
Berbagi dalam berbagai bentuk akan menjadi indah ketika dapat disatukan dalam sebuah program yang terarah sehingga bentuk bantuan akan lebih terasa manfaatnya oleh yang menerima.
Yang menarik perhatian saya adalah sosial media sekarang sudah bisa menjadi sarana untuk berbagi dengan sesama. Salah seorang yang saya kenal melalui aku twitter @inagibol yang sering posting mengenai tentang berbagi ini. Gerakan di sosial media ini sudah menjadi gerakan nyata membantu sesama. Kegiatan dari komunitas ini bisa terpantau dari hash tag #berbagi. Bahkan salah satu resolusi dari Mba Ina pemilik akun @inagibol ini adalah tahun depan bisa #berbagi lebih banyak lagi dibandingkan tahun 2010 ini. Salah satu postinganya di akun twitter-nya "Jd kan setiap sendi tubuhmu memberikan manfaat utk org2 disekitarmu, jd kan setiap detik terlewati mengukir kebahagiaan dg #BERBAGI " Sangat inspiratif sekali dan mengerakan untuk bisa berbagi di manapun.
Saya tidak mengenal secara fisik mba Ina namun sangat merasakan semangat berbaginya untuk kemaslahatan ummat manusia. Sekecil apapun peran kita Insya Allah akan menjadi manfaat bagi orang lain. Ternyata bila teknologi dipergunakan dengan bijak akan lebih mengerakan untuk dapat berbuat lebih baik. Saya berharap tahun depan, semangat berbagi ini semakin membesar sehingga akan lebih banyak lagi yang dapat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat.
"sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain"
Jakarta, 31 Desember 2010
Posted by Ina Madjidhan at 1:55 AM 0 comments Links to this post
Setetes Darah Untuk Kehidupan
Posted by Ina Madjidhan at 1:39 AM 0 comments Links to this post
Labels: Kick Andy
Interesting..
Di tulis 10 Agustus 2010 oleh @fanabis
"perempuan ini sangat aktif di banyak komunitas termasuk blog. bersama dengan komunitas “berbagi”, bfl melanjutkan kegiatan sosialnya dengan menyantuni anak jalanan jakarta.
dua komunitas ini membagi-bagikan gratis nasi bungkus ke beberapa titik di jakarta dan sekitarnya. awalnya hanya 100 bungkus, sekarang sudah mencapai 700 bungkus yang menjangkau 20 titik. tak hanya di jakarta, namun juga sampai di daerah pasir kunci, cibatu cikarang. bahkan sampai ke samarinda, balikpapan, pekanbaru, bandung dan daerah-daerah lain
untuk kegiatan tersebut, bfl dan “berbagi”, komunitas yang digagas oleh ina madjidhan ini bekerjasama dengan komunitas sanggar akar. di sanggar anak akar inilah para anak jalanan diajari bagaimana mengelola bantuan yang diterima. pada pembagian nasi bungkus tersebut, para anak jalanan sendiri yang membelanjakan uangnya ke pasar, memasak dan mendistribusikannya."
Posted by Ina Madjidhan at 1:07 AM 0 comments Links to this post


